Jumat, 19 September 2014

dasar dari Qasam ( sumpah )

Kalam itu ada 2
  1. kalam khabariyah = kalimat berita
  2. kalam insya'iyah   = kalimat bukan berita  
Qasam merupakan salah satu dari kalam khabariyah, kalam khabriyah digunakan untuk memberi tau orang karena orang yang diberi tahu itu belum tau apa yang akan di sampaikan. sebaliknya kalam insya'iyah menyampaikan sesuatu tapi orang yang diberi tahu itu sudah tahu, biasanya hanya digunakan untuk memastikan kebenaran.
Didalam al-quran allah  menyebutkan segala sesuatu dengan kalimat tidak pasti padahal segala sesuatu yang ada pada alquran itu pasti terjadi, hal ini mengajarkan pada kita untuk mengatakan segala sesuatu dengan kalimat yang tidak pasti karena kalimat yang pasti itu tidak terlalu baik bagi makhluk allah.  Didalam al-quran allah SWT selalu mengggunakan kata انيشاءالله  ( jika allah berkehendak ) padahal segala sesuatu yang di katakan allah pasti terjadi. Misalkan kita mengatakan pada orang " iya, nanti saya datang pada pukul 9 " ini sebenarnya kurang baik, dan yang lebih baik itu kita katakan " insyaallah saya datang pada pukul 9 ". sepeti halnya kalimat لعل bagi manusia kalimat tersebut adalah kalimat harapan yang tidak mungkin terjadi tapi bagi allah kalimat tersebut pasti terjadi, contohnya manusia berharap bisa menciptakan alam semesta, ini merupakan suatu hal yang tidak mungkin tapi bagi allah ini adalah sesuatu yang mudah.
kemudian dalam ilmu balaghah kalimat qasam itu terdiri dari 3 bagian yaitu:
  • ibtida'i, yaitu kalimat qasam tanpa menggunakan penguat, biasanya digunakan bagi yang kosong hatinya.
  • thalabi, yaitu kalimat qasam yang menggunakan 1 penguat, biasanya dengan huruf taukid yaitu inna digunakan bagi yang hatinya ragu.
  • inkari, yaitu kalimat qasam yang min menggunakan 2 taukid, di gunakan untuk orang orang yang hatinya menolak.
ayat makkiyah biasanya banyak menggunakan inkari, karena waktu itu orang orang menolak akan keberadaan allah SWT

Arkanul qasam:
  • Fi'il qasam 
  • muqsam bih
  • muqsam alaih
syarat Fi'il qasam :
  • di ta'diyahkan ( di muta'adikan ) pada ba
  • diubah bentuk fi'ilnya,  فعل - افعل    contoh  قسم - اقسم
  • maf'ul bih nya ditambah huruf jar 
muqsam bih yaitu untuk menguatkan kalimat berita.
bagi makhluk allah, harus menggunakan lafadz allah contoh, demi allah

umar bin khattab: " siapa yang bersumpah dengan selain nama allah maka ia telah musyrik "
 tapi jika dalam al quran allah menggunakan nama makhluknya contoh,      و العصر
yang artinya demi waktu ashar, maksud disini bukan berarti sumpah atas waktu ashar tapi bermakna li tanbih, yaitu untuk memperhatikan waktu ashar.

sedangkan muqsam alaih, ialah jawab qasam atau kalimat beritanya.

   sebagai muqsam bih :    وَالْعَصْرِ 
   sebagai muqsam alaih :  إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
 
fi'il qasam sering di mudmarkan ( di sembunyikan )
biasanya ada huruf ba di awalnya contoh asalnya bi tiin jadi wa tiin   
bisa diganti dengan wa atau ta, tapi ta hanya digunakan bagi allah.

kadang muqsam bih dibuang, jadi hanya ada 2 taukid yang artinya wau qasamnya di buang contoh latublawunna, harusnya wallahi latublawunna


aplikasinya contoh dalam qs al ashr
zaman jahiliyah waktu ashar sering di gunakan untuk pembagian hasil keringat setelah bekerja. sehingga mereka menyianyiakan waktu ashar. 
 
munasabatul ayat, orang yang dapat memafaatkan waktu dengan iman, amal shaleh dan saling menasehati adalah orangn yang bisa terbebas dari penyianyiaan waktu.
 
 

0 komentar:

Posting Komentar